by Mashapidah
Bertahun-tahun lamanya aku mendambakan pernikahan. Hingga akhirnya di usiaku yang menginjak kepala tiga, aku dipertemukan dengan lelaki yang kini menjadi suamiku. Kami dipertemukan oleh salah satu temanku. Saat itu aku sungguh bahagia karena akhirnya penantian panjangku telah menemukan tujuannya. Aku berharap segala sedih, luka dan dukaku terobati dengan menikah dengannya. Astaghfirullah, ternyata aku keliru.