by AhFa
Di balik megahnya barisan karnaval, lambaian tangan yang anggun, dan riuk tepuk tangan penonton, ada perjuangan tak kasatmata yang dipenuhi gelak tawa dan penderitaan kocak.
Buku ini memuat 12 bab antologi puisi komedi yang merekam realitas polos para peserta karnaval di lapangan: tentang sayap karton gagah yang berubah menjadi bubur kertas saat diguyur gerimis, mahkota gabus yang melorot akibat peluh menetes, hingga kostum daur ulang dari kardus kulkas yang tulisan mulanya tiba-tiba muncul menembus cat akrilik. Tidak ketinggalan, kisah menegangkan menahan panggilan alam di dalam kostum robot drum plastik, serta wewe gombel seram yang seketika mati kutu saat dipanggil pulang ibunya karena beras habis.
Ditulis dengan bahasa yang lugas, jenaka, dan penuh nostalgia, buku ini dipersembahkan bagi siapa saja yang pernah kepanasan, salah kostum, atau sekadar lelah berbaris demi piala plastik desa. Salah Kostum mengingatkan kita bahwa di balik betis yang pegal linu dan kostum yang serba pas-pasan, ada kebersamaan dan tawa warga yang tak ternilai harganya.