by Rinayya Arifa
Fukuoka, aku kembali. Melupakan janjiku sendiri sewindu silam. Di sebuah area pemakaman mewah disertai rintik hujan, di hadapan pusara bertuliskan huruf kanji, kuletakkan seikat camellia merah muda. Ingatanku kembali beradu dengan kenangan serta doktrin yang pernah kuemban. Kubawa suamiku dari negeri manca, serta kedua mutiara hatiku, Ismail dan Nisrina.
(Kisah Noriko, gadis Asal Fukuoka, Jepang yang menjadi putri angkat keluarga majikannya, tanpa mengenal orang tua kandungnya. Mengerti bahwa dirinya anak beruntung yang dipungut majikannya untuk dibesarkan layaknya anak sendiri sampai pendidikan dasar. Dengan doktrin harus tahu terima kasih dan tidak boleh iri kepada Ichiro, putra kandung sang majikan, Noriko menjadi gadis yang sangat penurut. Situasi berubah ketika ayah angkatnya kembali kepada Sang Kuasa)