Fukuoka, aku kembali. Melupakan janjiku sendiri sewindu silam. Di sebuah area pemakaman mewah disertai rintik hujan, di hadapan pusara bertuliskan huruf kanji, kuletakkan seikat camellia merah muda. Ingatanku kembali beradu dengan kenangan serta doktrin yang pernah kuemban. Kubawa suamiku dari negeri manca, serta kedua mutiara hatiku, Ismail dan Nisrina. (Kisah Noriko, gadis Asal Fukuoka, Jepang yang menjadi putri angkat keluarga majikannya, tanpa mengenal orang tua kandungnya. Mengerti bahwa dirinya anak beruntung yang dipungut majikannya untuk dibesarkan layaknya anak sendiri sampai pendidikan dasar. Dengan doktrin harus tahu terima kasih dan tidak boleh iri kepada Ichiro, putra kandung sang majikan, Noriko menjadi gadis yang sangat penurut. Situasi berubah ketika ayah angkatnya kembali kepada Sang Kuasa)
Hujan di Malam Sendu
2 min baca · 393 kata ·
30 Agustus 2026
Saudari dari Manca
2 min baca · 394 kata ·
30 Agustus 2026
Camellia untuk Nenek Fumiko
2 min baca · 220 kata ·
30 Agustus 2026
Hari Bahagia yang Memilukan
1 min baca · 120 kata ·
30 Agustus 2026
Menuju Rumah Baru
1 min baca · 153 kata ·
30 Agustus 2026
Irsyad bukan Ichiro
2 min baca · 264 kata ·
13 September 2026
Sebuah Panggilan
3 min baca · 419 kata ·
13 September 2026
Perkenalan Wajah-wajah Baru
4 min baca · 783 kata ·
13 September 2026
Aku Ingin Bekerja
3 min baca · 560 kata ·
13 September 2026
Bulan Penuh Berkah
3 min baca · 442 kata ·
13 September 2026
Hari Raya Perdana
3 min baca · 431 kata ·
13 September 2026
Cerita dalam Hujan
4 min baca · 636 kata ·
13 September 2026