Pagi yang cerah membuat raga seorang pemuda itu bersemangat untuk menyambutnya.
Dalam kisah ini ada seorang pemuda yang baru lulus dari SMA Isakuniki. Kegiatan setiap hari hanya melamun dan menikmati alam surgawi di pulau kapuk.
Nuaiman namanya, seorang pemuda yang terkenal dengan kecerdasannya juga dengan kerajinannya di alam surgawi di pulau kapuk.
Pagi itu nuaiman sedang lari kecil di jalan belakang rumahnya. Ia di temani adik kecilnya bernama miaw, di sepanjang jalan nuaiman dan miaw bersendau gurau sambil menikmati kesegaran alam yang di berikan cuma-cuma oleh sang pencipta.
Miaw adalah seekor kucing peliharaannya nuaiman, meskipun dia kecil imut dan menggemaskan, akan tetapi kucing kecil nuaiman ini sangat cerdas juga penurut dengan majikannya.
"Miaw lihat itu ada tikus sawah mati" ucap nuaiman
Miaw pun berlarian menghampiri tikus yang mati di buang ke jalan sama pak tani, nuaiman pun memberi semangat si miaw agar jiwa alamnya tidak hilang meskipun sudah di jinakkan.
Miaw berlarian kencang akan tetapi larinya bukan di arah yang di tunjukkan nuaiman, miaw lari berbelok ke kiri menuju pepohonan yang indah. Di desa kiniloh namanya pohon beringin. Pohonnya banyak dedaunan namun terkenal angkernya juga.
"Miaw.. miaw.." teriakan miaw pada tuannya
Nuaiman bingung,
"kenapa si miaw kesana ya? Harusnya kan ke arah sini".
Nuaiman pun mengikuti langkah miaw yang tergesa-gesa menuju pohon angker itu. Terlihat dari kejauhan si miaw manjat pohon beringin, nuaiman pun berlarian karena takut kalau si miaw kenapa -kenapa.
Pohon beringin ini besar banget, kalau diukur dengan tangan orang dewasa bisa mencapai 6 tangan orang dewasa.
"Miaw kamu jangan manjat tinggi-tinggi" teriakan nuamian dari kejauhan.
Nuaiman hendak berlari kencang akan tetapi kakinya tergilir bebatuan di sekitarnya.
"Aduh, kakiku sakit banget" rintihan nuaiman di dekat pohon beringin.
Nuaimam hendak berdiri pun kesusahan, ia bersikeras untuk berdiri karena jatuh yang di alami tidak menyebab kan cidera serius, akan tetapi hanya sedikit keseleo.
Nuaiman pada akhirnya merangkak menuju pohon beringin untuk beristirahat sejenak agar sakit yang di rasa bisa reda.
Dengan menghela nafas panjang nuaiman memanggil - manggil miaw si kucing kecil peliharaannya.
"Miaw.. sini, turun sini bantu aku" ucap nuaiman dengan melambai tangan ke atas.
Nuaiman menghela nafas panjang lagi karena si miaw tidak mau turun. Sambil menunggu miaw turun, nuaiman mengambil air botol kecil di dalam sakunya.
Nuaiman menuangkan beberapa air di kakinya yang luka, ia kesakitan karena air yang mengenai lukannya membuat rasa sakit di kakinya.
Nuaiman