3

Baju Karnaval Sempit, Senyum Tetap Terjepit

1 min baca · 84 kata ·
23 Agustus 2026


Jahit baju bulan lalu ukurannya pas di badan,

HARI-H tiba, perut membuncit akibat gorengan.

Resleting belakang dipaksa ditarik empat orang,

Napas tertahan, tulang rusuk rasanya mau melayang.


Setiap melangkah ada bunyi "krik" yang mencurigakan,

Jahitan ketiak perlahan mulai memberikan perlawanan.

Ingin melambaikan tangan pada warga di pinggir jalan,

Tapi takut baju terbelah dua di tengah lapangan.


Maka aku tersenyum rapi dengan napas sepotong,

Tangan merapat di pinggang seperti patung terpotong.

Penonton mengira aku bergaya sangat anggun,

Padahal kalau bernapas dalam, bajuku langsung jebol bersusun.