Karnaval usai sudah saat matahari terbenam,
Pengumuman juara dibacakan dengan suara bergema dalam.
Juara Tiga Harapan jatuh ke tangan barisan kita,
Piala plastik emas setinggi dua puluh senti diraih bersama.
Baju dibongkar, cat wajah dibersihkan pakai minyak kayu putih,
Badan remuk redam, betis pegal dan sangat pedih.
Piala murah itu dipajang di kelas dengan bangga,
Dibeli dengan mandi keringat dan gelak tawa warga.
Tahun depan panitia bilang akan bikin lagi yang lebih meriah,
Kami mengangguk kapok... tapi pasti ikut lagi dengan bergairah.
Sebab salah kostum dan pegal linu adalah cerita,
Tentang kebersamaan yang tak ternilai harganya.