Cari
Berjalan 9 cerita ditemukan
Genre
Status
by Mn. Cholis
BERCUMBU DI UJUNG USIA Awalnya kami baik-baik saja. Aku mengenalnya sejak usia muda. Ia selalu menurut, selalu kuat, dan hampir tak pernah mengeluh. Sampai suatu hari, seseorang datang di antara kami. Ia tidak mengetuk pintu. Tidak meminta izin. Tidak pula peduli apakah aku menginginkannya.
by Melly Lestari
Karena yang berbahaya bukan hanya pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, tetapi orang-orang yang tahu kekuasaan itu kotor dan tetap memilih berdiri di sampingnya karena ikut mendapatkan bagian, tidak peduli dengan masyarakat lain yang dirugikan. Rasa egoisnya sangat tinggi karena bayaran yang hanya memenuhi perut buncitnya, dan tanpa rasa bersalah ikut menindas yang lainnya.
by Rinayya Arifa
Fukuoka, aku kembali. Melupakan janjiku sendiri sewindu silam. Di sebuah area pemakaman mewah disertai rintik hujan, di hadapan pusara bertuliskan huruf kanji, kuletakkan seikat camellia merah muda. Ingatanku kembali beradu dengan kenangan serta doktrin yang pernah kuemban. Kubawa suamiku dari negeri manca, serta kedua mutiara hatiku, Ismail dan Nisrina. (Kisah Noriko, gadis Asal Fukuoka, Jepang yang menjadi putri angkat keluarga majikannya, tanpa mengenal orang tua kandungnya. Mengerti bahwa dirinya anak beruntung yang dipungut majikannya untuk dibesarkan layaknya anak sendiri sampai pendidikan dasar. Dengan doktrin harus tahu terima kasih dan tidak boleh iri kepada Ichiro, putra kandung sang majikan, Noriko menjadi gadis yang sangat penurut. Situasi berubah ketika ayah angkatnya kembali kepada Sang Kuasa)
by Farichatun Nazilah
Sejak kecil, Lara selalu dianggap berbeda. Gerakannya lembut, cara bicaranya tenang, dan kebiasaannya membuat orang-orang di sekitarnya sering bercanda bahwa ia seperti putri keraton. Lara tidak pernah menganggapnya serius. Baginya, itu hanya kebiasaan yang terbawa sejak kecil. Sampai suatu malam, ketika hujan turun deras dan listrik di rumah padam. Di tengah gelap, Lara mencium aroma melati. Tak lama kemudian, terdengar suara gamelan dari kejauhan, disusul sebuah panggilan yang membuat bulu kuduknya meremang. “Ndoro...” Sejak malam itu, mimpi-mimpi aneh mulai datang. Lara melihat sebuah tempat yang tidak pernah ia datangi, tetapi terasa seperti rumah. Ada pendopo, gamelan, perempuan-perempuan berkebaya, dan seorang perempuan yang selalu menyambutnya dengan kalimat yang sama. “Putriku, akhirnya kau pulang.” Awalnya Lara mengira semua itu hanya mimpi. Sampai ibunya, Raras Yogyadewi, mengaku mengalami mimpi yang sama. Perlahan, kehidupan keluarga mereka mulai menyimpan semakin banyak kejanggalan. Narendra, Jatmika, dan Kaivan pun menunjukkan hal-hal aneh yang tidak bisa dijelaskan begitu saja. Bahkan perbedaan wajah mereka yang selama ini dianggap sekadar kebetulan mulai terasa seperti bagian dari sesuatu yang lebih besar. Jika mereka memang pernah hidup sebelumnya, mengapa mereka terlahir kembali sebagai satu keluarga? Dan siapa sebenarnya Lara sebelum kehidupan yang sekarang? Semakin dekat ia pada jawabannya, semakin Lara menyadari bahwa mungkin bukan masa lalu yang sedang ia cari. Melainkan sesuatu yang tertinggal di sana.
by NIK AMUL LIA
tatsurwa menggema pertanda ada yang terjadi mengapa gerangan akupun mulai berfikir tatsurwa why? whats wrong with you? emm nothing. begitulah kiranya tanda acuh haha lucu sekali berkarya itu hak setiap individu kenapa dilarang? apakah aku ganti menjadi are you crezy? not bad.....
Dikala waktu subuh.. aku menengadah meminta kepada-Mu dilaufudz mahfud aku seraya menangis mendengarkan cerita indah itu malaikat membacakan kisah tentang jibril tatkala menyebar aroma mewangi apakah itu? tentu... semua mengenal keharuman jibril neraca pemulihan ya begitu kak israfil membetulkannya....
Aku.. adalah lambang dari kesejukan aku.. merasa ada diwaktu itu.. tatkala aku bersembunyi dimensi waktu selalu berada didepanku.. aku.. coba tebak siapakah aku dipenglihatan kamu?
by Mashapidah
Bertahun-tahun lamanya aku mendambakan pernikahan. Hingga akhirnya di usiaku yang menginjak kepala tiga, aku dipertemukan dengan lelaki yang kini menjadi suamiku. Kami dipertemukan oleh salah satu temanku. Saat itu aku sungguh bahagia karena akhirnya penantian panjangku telah menemukan tujuannya. Aku berharap segala sedih, luka dan dukaku terobati dengan menikah dengannya. Astaghfirullah, ternyata aku keliru.
by Dewi
Aku kira setelah menikah aku bisa hidup dengan nyaman dan bahagia dengan seseorang yang aku pilih sebagai suami. Tapi, aku salah berumah tangga dengannya membuat hidupku sedih, sering emosi tak seperti aku sebelum menikah.