4

Di Antara Reruntuhan

2 min baca · 283 kata ·
09 Agustus 2026

Kegelapan di dalam retakan kayu terasa sangat sunyi. Bibo terduduk kaku di atas dinding lignin yang kasar. Dinding sel peptidoglikannya mengalami keretakan mikro di beberapa tempat; kebiasaan alkohol yang tersisa di udara masih mengikisnya perlahan. Ia mengencangkan sistem pertahanannya, memompa keluar ion-ion beracun yang sempat masuk ke dalam tubuhnya.

Beberapa jam terasa seperti jutaan tahun di alam mikro.

Ketika bau menyengat alkohol akhirnya menguap sepenuhnya ditelan aliran udara, Bibo perlahan merayap keluar dari retakan.

Pemandangan di luar membuat sistem organelnya membeku. Benua Silika yang dulunya dipenuhi oleh jutaan saudara dan benteng biofilm yang megah, kini bersih licin. Tak ada lagi tumpukan glukosa, tak ada lagi benteng asam laktat. Hanya ada lanskap kayu yang tandus dan gundul.

"Apakah... ada orang di sini?" panggil Bibo, memancarkan sinyal kimiawi lemah ke udara yang hampa.

Tidak ada jawaban. Hanya gema getaran molekul air yang perlahan kembali mengendap di permukaan meja.

Bibo berjalan terekas-ekas menggunakan sedikit pili yang tersisa. Kehilangan Zea dan seluruh koloninya meninggalkan kehampaan yang tak tertahankan. Ia merasa menjadi bakteri terakhir di dunia ini, ditakdirkan untuk punah karena kekeringan dan kelaparan.

"Simpan energimu, Bibo. Jangan membuang molekul ATP untuk meratap."

Bibo terperanjat. Dari balik sebuah benjolan serat kayu yang hangus, muncul sebuah bentuk yang familiar namun mengenaskan. Kael. Tetua itu telah kehilangan seluruh flagelanya, dan separuh dinding selnya tampak mengalami deformasi berat, namun inti DNA-nya masih utuh.

"Tetua Kael! Anda selamat!"

"Aku selamat karena berada di balik celah resin ini," kata Kael dengan sinyal yang pelan namun penuh keteguhan. "Namun kita kehilangan hampir 99 persen dari populasi kita."

"Dunia kita sudah hancur, Kael," ujar Bibo putus asa. "Manusia itu... mereka bisa memusnahkan kita kapan saja hanya dengan satu gerakan tangan. Kita tidak punya arti apa-apa."