Awal mula kita bertemu di salah satu perusahaan di kota pantri. Dimana kita sama sama mengais rezeki, mencari pengalaman kerja, mencari teman, bisa jadi bertemu jodoh bila beruntung. Kata orang sih perusahaan ini biro jodoh hehehe.
Suatu hari saat aku sif pagi mesinku ( mesin seasoning) rusak, aku harus mencari teknik untuk memperbaiki mesinku. Saat aku tengah mencari team teknik aku melihat salah satu dari mereka yaitu Adi. Ku hampiri dia untuk memperbaiki mesinku.
" Di,, bisa tolongin perbaiki mesin ku?". Sambil nunjuk tempatku.
" Ok". Balasnya.
" Itu loh macet gak bisa mutar, tolong dibenerin ya." Ucapku
Adi langsung menghampiri mesin yang aku jelaskan dan langsung diperbaikinya.
" Jangan lama-lama ya, nanti aku dimarahin sama leaderku". Pintaku ke Ali sambil lihat jam.
" Ya sabar to ya, alon-alon penting kelakon".sahutnya
10 menit berlalu akhirnya selesai si Adi.
" Tuh coba nyalain bisa gak?" Pinta nya
" Ok sudah bisa lagi, makasih ya. Dah sana pergi". Aku tak menghiraukannya.
" Waduh langsung di usir aku mbak". Sambil melirik mb kar teman satu teamku.
" Ya sudah Disini dulu. Itung-itung istirahat dulu sejenak". Balasnya mbak kar.
Aku masih tak menghiraukannya aku hanya fokus bekerja karna aku takut dimarahin.
" Serius amat sih, hitungnya cepet banget, " candanya Adi ke aku.
" Kamu gak punya kerjaan lagi apa? Udah deh diam aja disitu". Balasku tapi tak melihatnya.
" Galaknya mbak,, aku takut". Sambil ketawa
" Gak usah diganggu di, nanti kalau fatim marah loh". Sambil menyuruhnya diam.
" Biarin dia marah mbak, kalau marah bibirnya itu bisa dikuncir". Tertawa terbahak-bahak.
" Hih dasar sukanya bikin bete orang aja. Emangnya kamu pernah lihat aku manyun apa?". Jawabku sambil ngomel
"Pernah. Tuh ltuh lagi," nunjuk bibirku yang manyun
" Eh sudah sudah malah ngeledekin fatim kamu di,". Mbak kar menengahi.
" Iya tuh mbak si Adi. Benci aku sama dia." Sambil melihat mb kar seperti anak kecil mengadu ke ibunya.
" Eh awas loh benci jadi cinta loh, geting nyanding". Candanya Adi.
" Idih ogah aku suka sama kamu. Kayak gak ada yang lain". Sambil lihat Adi.
" Eh tapi biasanya gitu loh fat... Jodoh gak ada yang tahu fat, gimana di, kamu kalau berjodoh sama Fatim".
Suasana hening.
" Kalau berjodoh ya gimana lagi mbak". Jawabnya Adi
" Kalau aku gak mau mbak. Moga-moga gak sampai terkabul ya Allah". Sambil memohon.
setelah itu Adi balik ke tempatnya. Sampai pulang kerja.
Bersambung ~