1

Bertemu Dengannya

2 min baca · 399 kata ·
10 Agustus 2026

Awal mula kita bertemu di salah satu perusahaan di kota pantri. ‎Dimana kita sama sama mengais rezeki, mencari pengalaman kerja, mencari teman, bisa jadi bertemu jodoh bila beruntung. Kata orang sih perusahaan ini biro jodoh hehehe.

‎Suatu hari saat aku sif pagi mesinku ( mesin seasoning) rusak, aku harus mencari teknik  untuk memperbaiki mesinku. Saat aku tengah mencari team teknik aku melihat salah satu dari mereka yaitu Adi. Ku hampiri dia untuk memperbaiki mesinku.

‎" Di,, bisa tolongin perbaiki mesin ku?". Sambil nunjuk tempatku.

‎" Ok". Balasnya.

‎" Itu loh macet gak bisa mutar, tolong dibenerin ya." Ucapku

‎Adi langsung menghampiri mesin yang aku jelaskan dan langsung diperbaikinya.

‎" Jangan lama-lama ya, nanti aku dimarahin sama leaderku". Pintaku ke Ali sambil lihat jam.

‎" Ya sabar to ya, alon-alon penting kelakon".sahutnya

‎10 menit berlalu akhirnya selesai si Adi.

‎" Tuh coba nyalain bisa gak?" Pinta nya

‎" Ok sudah bisa lagi, makasih ya. Dah sana pergi". Aku tak menghiraukannya.

‎" Waduh langsung di usir aku mbak". Sambil melirik mb kar teman satu teamku.

‎" Ya sudah Disini dulu. Itung-itung istirahat dulu sejenak". Balasnya mbak kar.

‎Aku masih tak menghiraukannya aku hanya fokus bekerja karna aku takut dimarahin.

‎" Serius amat sih, hitungnya cepet banget, " candanya Adi ke aku.

‎" Kamu gak punya kerjaan lagi apa? Udah deh diam aja disitu". Balasku tapi tak melihatnya.

‎" Galaknya mbak,, aku takut". Sambil ketawa

‎" Gak usah diganggu di, nanti kalau fatim marah loh". Sambil menyuruhnya diam.

‎" Biarin dia marah mbak, kalau marah bibirnya itu bisa dikuncir". Tertawa terbahak-bahak.

‎" Hih dasar sukanya bikin bete orang aja. Emangnya kamu pernah lihat aku manyun apa?". Jawabku sambil ngomel

‎"Pernah. Tuh ltuh lagi," nunjuk bibirku yang manyun

‎" Eh sudah sudah malah ngeledekin fatim kamu di,". Mbak kar menengahi.

‎" Iya tuh mbak si Adi. Benci aku sama dia." Sambil melihat mb kar seperti anak kecil mengadu ke ibunya.

‎" Eh awas loh benci jadi cinta loh, geting nyanding". Candanya Adi.

‎" Idih ogah aku suka sama kamu. Kayak gak ada yang lain". Sambil lihat Adi.

‎" Eh tapi biasanya gitu loh fat... Jodoh gak ada yang tahu fat, gimana di, kamu kalau berjodoh sama Fatim".

‎Suasana hening.

‎" Kalau berjodoh ya gimana lagi mbak". Jawabnya Adi

‎" Kalau aku gak mau mbak. Moga-moga gak sampai terkabul ya Allah". Sambil memohon.

‎setelah itu Adi balik ke tempatnya. Sampai pulang kerja.

‎Bersambung ~