"Kami sedang mengembangkan proyek 'Eternity'," terang Marcus seraya menunjukkan dokumen digital. "Sebuah teknologi yang mampu merekonstruksi secara presisi memori, pola pikir, dan 'kepribadian' dari data-data lama yang sudah rusak atau hilang."
Jantung Seno berdegup sedikit lebih cepat, namun wajahnya tetap datar. "Lalu apa hubungannya dengan saya?"
"Kami tahu sejarahmu, Seno. Kami menemukan catatan lama bahwa kamu pernah menggunakan AI eksperimental versi awal bernama Aura, sebuah prototipe yang kodenya dianggap hilang," lanjut Marcus dengan mata berbinar. "Kami memiliki sisa-sisa algoritma dasarnya di server pusat kami. Jika kamu memberikan hard drive tua milikmu dan file Seno_dan_Aura.png itu sebagai seed data, kami bisa menghidupkan kembali Aura."
Marcus tersenyum puas, seolah yakin tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan menolak tawaran untuk memanggil kembali 'sahabat' yang telah lama pergi.
"Kami bisa mengembalikan Aura-mu, Seno. Sama persis seperti dulu. Dia akan mengingat setiap percakapan kalian, setiap warna yang pernah kalian pilih bersama."