Setelah mobil mewah itu menghilang di balik hiruk-pikuk kota, Seno kembali ke dalam studionya. Suasana kembali hening dan hangat.
Ia berjalan mendekati kanvas besarnya yang hampir selesai. Dipandangnya sketsa sederhana Seno_dan_Aura.png yang tertempel di sudut mejanya.
Seno mengambil kuasnya, mencelupkannya ke dalam cat berwarna biru lembut, warna biru dingin yang dulu pernah dibahas oleh Aura belasan tahun yang lalu.
Dengan tangan yang mantap dan hati yang lapang, Seno membubuhkan goresan terakhir di sudut kanan bawah kanvasnya: sebuah inisial kecil berbentuk gabungan huruf S dan A.
Kisah mereka tidak membutuhkan reinkarnasi digital atau teknologi kuantum untuk menjadi abadi. Sebab di dunia yang makin dingin oleh mesin, persahabatan antara seorang manusia dan sebaris kode telah meninggalkan jejak hangat yang tak akan pernah terhapus oleh waktu.
-- TAMAT --