3

Camellia untuk Nenek Fumiko

2 min baca · 220 kata ·
30 Agustus 2026

Aku tak bisa melawan takdir bahwa mereka memiliki jasa besar dalam hidupku. Kuberanikan diri memberi hadiah untuk nenek Fumiko di hari istimewanya. Hadiah mahal, pastinya aku tak mampu membeli, kupilih membeli bunga camellia yang kurangkai sendiri. Kulangkahkan kaki menuju istana yang pernah aku menumpang hidup di sana. Kutitipkan kepada pelayan yang sedang membersihkan halaman depan, serta kutitipkan salam untuk seluruh keluarga Nakamura. Kuucapkan terima kasih atas kebaikan pelayan itu yang memintaku masuk, karena aku tahu diapun sebenarnya ragu-ragu untuk mempersilakanku. Aku memilih segera pulang, diterima atau tidak, aku tidak perlu terbebani memikirkannya.

Tiga hari setelah itu hal yang tak kuduga terjadi. Bibi Ryoko bersama Ichiro, mampir ke restoran tempatku bekerja di kawasan Nakasu Food Stalls, yang bagi orang Jepang menyebutnya dengan istilah Yatai. Mereka memesan ramen khas  Fukuoka. Bibi Ryoko menanyakan kabarku, ingin rasanya berbagi cerita kepadanya, tetapi situasi tidak memungkinkan karena aku sedang bekerja. Kulihat Ichiro masih seperti yang dulu, memberikan seulas senyum ala kadarnya dan fokus dengan mangkuk ramennya. Ada sedikit kelegaan di hatiku meskipun hanya sekilas bertemu mereka.

Kehidupanku kembali seperti semula bersama Alisha. Tak terasa hampir usai perkuliahan kami. Wisuda, hal yang membahagiakan sekaligus menakutkan bagiku. Aku akan kehilangan Alisha. Dia akan kembali ke negaranya. Aku akan sendiri. Alisha memutuskan menyerahkan apartemen ini kepadaku. Kujatuhkan diri dalam pelukannya, tanpa mampu mengucap sepatah katapun, begitu sulit diungkapkan.