Tepat di hari wisuda, ayah dan ibu Alisha jauh-jauh terbang dari Indonesia untuk menghadiri. Tak satupun keluarga Nakamura yang menyertaiku. Lebih memilukan lagi, kudengar rombongan keluarga di sebelahku akan menghadiri pernikahan Ichiro Nakamura dengan putri seorang menteri. Aku tidak mengetahuinya, tak diundang, tanpa kabar. Dadaku terasa begitu sesak.
“Tuan Haruto pasti bangga putranya akan menikah dengan putri seorang menteri,” ucap seorang pria dewasa, ayah dari teman wisudawan.
“Kudengar Ichiro memiliki adik angkat, tapi entah dimana keberadaannya,” sahut istrinya.
“Bukan adik, hanya anak pelayan yang dikasihani.” Jawaban wisudawan yang tak mengetahui akulah sosok yang sedang mereka perbincangkan.
Tak ada lagi tempat untukku di sini. Aku memohon untuk ikut Alisha ke Indonesia apapun risikonya. Melalui kesepakatan keluarga, mereka mengizinkanku ikut bersama Alisha.